• Home
  • Hukum & Kriminal
  • Truk BNPB Pengangkut Siswa Sinabung Jungkir Balik, 1 Meninggal dan 35 Orang Luka-Luka
Senin, 18 September 2017 | 18:30:52

Truk BNPB Pengangkut Siswa Sinabung Jungkir Balik, 1 Meninggal dan 35 Orang Luka-Luka

Anita
PATROLINEWS.COM, Karo - Satu unit bus BNPB jenis Colt Diesel (Dump Truck) plat B 9040 SBO pengangkut siswa SD dan SMP pengungsi Sinabung jungkir balik di Jalan jurusan Kutarayat-Kabanjahe tepatnya di Perjumaan Badiken Desa Sigarang-garang Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, Senin (18/9/2017) sekira pukul 12.00 Wib.
        
Akibatnya, 36 orang anak pengungsi asal Desa Kutarayat pun menjadi korban. Seorang pelajar SMP bernama Boris Yarsim Sidebang (15) meninggal dunia di lokasi kejadian karena tertindih ban mobil. 

Sementara 35 pelajar lainnya yang menderita luka berat dan ringan masih di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabanjahe.

Seperti biasa, anak-anak itu dijemput mobil yang dikemudikan Bram Brahmana dan kernetnya Viktor Sitepu (21) untuk diantar ke SMPN III Kutagadung Berastagi dan SD Percontohan Kabanjahe. Namun belum sampai di tujuan mobil tersebut jungkir balik. 

Menurut warga di lokasi kejadian, mobil pengangkut siswa pengungsi Sinabung datang dari arah Kutarayat menuju Namanteran. Tepat di tikungan manis datang mobil Rocky yang melaju dari arah Kabanjahe.

"Karena takut terjadi tabrakan (laga kambing) sopir yang mengangkut para siswa banting setir ke kiri sehingga oleng dan terjadi jungkir balik sebanyak dua kali," ujar warga yang mengaku bermarga Sitepu.

Melihat kejadian tersebut, tanpa komando, warga langsung menolong para korban dan dibawa ke Rumah Sakit dengan menggunakan mobil warga yang saat itu lewat di lokasi kejadian.

Adapun nama-nama korban kecelakaan yakni; Prayoga Agindo Sembiring (14),  Yuda Sitepu (13), Muhammad Dani (11), Muhammad Ador (11), Epidonta (14), Wahyu (14), Revan (14), Junaidi Ginting ( 14), Haikel (14), Reval (14), Aidil Padli (14), Rio ferdinan Tarigan (14), Andika Sitepu (14), Aldi Rahman Syahputra (14), Irfanta Sitepu (14), Pinari Ginting (14), Adri Sanjaya Ginting (14), Ebenezer Tarigan (14), Niko Stepanus (14) Supriyanto (12), Firman Jaya (14), Gilvino Sitepu (14), Farel ginting (120, Yudi Sitepu (10), Nazril (6,5), Aryo Tarigan (15), Tepen Bangun (10), Pema Bregi (12), Rasken Sembiring (15), Mikael Sitepu (15), Depharel Ginting (12), Aji Yudiyan Sitepu (16).

Sedangkan Dinasti Ginting (14) dan Adri Sanjaya Ginting (14) di oper ke Rumah Sakit Efarina Etaham akibat mengalami luka berat. Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH dan Wakilnya Cory Sebayang serta Dansatgas penanganan Sinabung Letkol Inf Agustatius Sitepu, Kepala SKPD didampingi Ketua DPRD Karo Nora Else Surbakti dan anggota dewan lainnya langsung menuju Rumah Sakit.

"Untuk ke depannya, mobil angkut untuk pelajar akan kita benahi. Dan untuk biaya perobatan serta penguburan salah seorang pelajar semuanya ditanggung pemerintah daerah,"ujar Bupati disela-sela kunjungan.

Sementara, informasi lainnya dari warga, mobil colt diesel yang sering mengangkut siswa pengungsi tidak layak dijadikan mobil antar jemput siwa. Pasalnya, mobil tersebut merupakan mobil pengangkut sampah yang dijadikan mobil antgar jemput siswa. Padahal, masih banyak mobil yang masih layak untuk dijadikan mobil antar jemput siswa.

"Kan ada mobil yang disumbang Alfa Mart untuk mengangkut siswa. Kenapa bukan itu yang dipake. Sedangkan mobil Alfa Mart itu sering kami lihat, dipake staf  Dinas Sosial untuk jalan-jalan,"ujar warga kesal.

Terpisah, sopir sempat dimassa warga hingga bonyok, maka diamankan ke Kantor Kepala Desa Namanteran diteruskan ke Polsek Simpang Empat, sedangkan keneknya mengalami luka ringan. (Anita)

BERITA LAINNYA
Sabtu, 18 November 2017 | 18:46:27
Kapolres Karo Pindah Tugas ke Polda Sulsel
Minggu, 12 November 2017 | 23:49:44
Polda Malut Amankan Peredaran 998 Pil PCC
Sabtu, 11 November 2017 | 20:57:33
BNNK Karo Ringkus Petani Nyambi BD Sabu
BERIKAN KOMENTAR
Top