Kamis, 10 Agustus 2017 | 21:15:08
Penasehat Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Malut:

AKBP Hari Superli, Pemilik Cafe Teko Dua Tahun Tak Lunasi Uang Kontrakan

Fahri
Sarman Saroden SH. Advokad dan Penasehat Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Malut saat Konferensi Pers dengan sejumlah awak media, di Cafe Soccer Kota Ternate Tengah, Kamis (10/8/2017).
PATROLINEWS.COM, Ternate - AKBP Hari Superli sebagai pemilik usaha Cafe Teko yang beralamat di Kelurahan Soa-Sio Kecamatan kota Ternate Tengah Provinsi Maluku Utara (Malut) diduga enggan membayar uang kontrakan usaha Cafe Teko. Parahnya lagi, tempat usaha Cafe Teko milik AKBP Hari Superli tersebut sudah habis masa kontraknya tetapi dirinya hingga kini tetap 'menguasai' tempat usaha milik Abdulah Tahir itu.

Hal itu diungkapkan Sarman Saroden SH. Advokad dan Penasehat Hukum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Provinsi Malut saat Konferensi Pers dengan sejumlah awak media, di Cafe Soccer Kota Ternate Tengah, Kamis (10/8/2017).

"Ketika masa kontrak yang telah disepakati sudah berakhir dan yang bersangkutan AKBP Heri Superli diminta agar segera keluar karena tanah tersebut sudah tidak lagi dikontrakan. Tetapi yang bersangkutan tidak mau keluar dan bahkan kita sudah beberapa kali mencoba mendatangi AKBP Hari Superli untuk meminta agar kontraknya diperpanjang, padahal kontrak yang sebelumnyapun belum dilunasi, dan masih ada tunggakan sebesar Rp.10.000.000," ungkapnya.

Dijelaskan Sarman, bahwa kliennya Abdulah Tahir adalah pemilik lahan yang sah atas dasar sertifikat tanah No 002399 yang dimiliki kliennya itu. 

Akibat dari tindakan yang dilakukan Hari Superli itu, lanjut Sarman membuat kliennya mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah. 

"Karena tanah tersebut dikontrakan pertahun 30 juta rupiah. Oleh karena itu kita meminta agar Hari Superli dapat segera membayar kerugian akibat segala aktifitas diatas tanah milik kleinnya tersebut sebesar 100 juta rupiah," katanya.

Lanjut Sarman, bahwa perjanjian kontrak antara AKBP Hari Superli dengan Abdulah Tahir sudah berakhir sejak 2 tahun lalau (2015,red).

"Makanya tindakan yang di lakukan oleh AKBP Hari Superli itu dapat merugikan klien kami, kerugian yang dialami Klein kami saat ini sebesar 100 juta. Masalah ini, kami sudah menyurati Polda Malut, tetapi hingga saat ini belum di tindak-lanjuti," katanya.

Sarman juga menuding bahwa usaha Cafe Teko itu merupakan usaha ilegal karena diduga tidak memiliki izin membangunan dan surat izin usaha (SIUP). Oleh karena Sarman meminta agar Pemerintah kota (Pemkot) Ternate segera menutup Cafe Teko milik oknum anggota Polda Malut tersebut. 

"Kapolda Malut harus segera menindaklanjuti persoalan ini agar semua masyarakat bisa menilai bahwa semua warga negara didepan hukum adalah sama, tidak memandang bahwa dia dari instansi kepolisian lalu kebal hukum," tutupnya. (Fahri)

BERITA LAINNYA
Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:47:17
Gubsu Jadi Narsum Sosialisasi Satuan Tugas Saber Pungli
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:59:13
Mencuri Dirumah Tetangga, Kuli Bangunan Ditangkap Warga
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:57:26
Security Kantongi Sabu Diciduk Polisi
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:11:40
Dua Pelaku Pencuri Kusen Rumah Kosong Ditangkap Polisi
Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:05:23
Polda Malut Musnahkan 18 Kg Ganja dan 341,8 Gram Sabu
BERIKAN KOMENTAR
Top