Jumat, 14 Juli 2017 | 20:45:36

Aniaya Istri Hingga Babak Belur, Kabid Pol PP Wakatobi Jadi Tersangka

Sahwan
Korban, Hj. Ratnilam saat menunjukkan luka penganiaayaan yang dilakukan suaminya Haerudin yang menjabat sebagai Kepala Bidang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (14/7/2017).
BERITA TERKAIT:
PATROLINEWS.COM, Wakatobi - Haerudin yang menjabat sebagai Kepala Bidang Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara kini menjadi tersangka karena menganiaya istrinya Hj. Ratnilam (42) yang sudah setahun pisah ranjang hingga babak belur dan juga menampar anaknya, Wa Ode Fatihatul hingga menangis terisak-isak, Jum'at (14/7/2017).
 
Menurut istri tersangka, Hj. Ratnilam peristiwa penganiayaan itu bermula saat dirinya bersama dengan anak perempuannya Wa Ode Fatihatul datang ke rumah suaminya, Haerudin untuk meminta akta kelahiran anaknya. Namun permintaan itu tidak dipenuhi Haerudin.

Selanjutnya, Ratnilam meminta STNK dan BPKB mobil karena pajaknya sudah jatuh tempo. Lagi-lagi Kabid Pol PP Wakatobi ini tidak memberikannya malah meludahi korban.

"Awalnya saya dengan anak saya ke rumah bapaknya mau minta akta kelahiaran anak saya. Akan tetapi bapanya tidak mau memberikan akta kelahiran itu. Kemudian saya bertanya kepada bapaknya lagi, bahwa mana STNK dan BPKB mobil karena saya mau bayar pajaknya, soalnya itu mobil atas nama saya. Eh taunya dia Iangsung marah-marah. Kemudian dia langsung meludahi dan menampar anak saya yang sedang duduk,"kata Rathilam dengan matanya yang nampak berkaca-kaca, di Polsek Wangsel, Jum'at (14/7/2017).

Kemudian, Wa Ode Fatihatul, anak korban pun masuk ke kamar rumah itu untuk mengambil foto album keluarga akan tetapi tersangka menyusul dan menarik putrinya sambil memaki-maki Wa Ode Fatihatul. 

"Anak binatang, tidak pemah muncul disini kemudian mau ambil foto," kata pelaku sambil mendorong anaknya.

Saat itu juga terjadi pertengkaran mulut antara pelapor dan terlapor. Karena emosi melihat keluakuan suaminya, Ratnilam pun mengambil hanger dan melemparkannya ke suaminya. 

Tak mau kalah, tersangka kembali memungut hanger tersebut dan memukuli Ratnilam dengan menggunakan hanger pakaian secara berulang-ulang hingga melukai bagian kepala bagian depan, lengan bagian kiri serta kepala, tepatnya di belakang telinga sebelah kiri korban.

Atas kejadian tersebut wanita empat anak ini merasa keberatan dan melaporkan suaminya ke Polsek Wangi-Wangi Selatan, agar Haerudin dapat di proses sesuai dengan UU yang berlaku.

Terpisah, Kapolsek Wangsel, Ipda Juliman, S.Ipem, SH, MH saat dikonfirmasi awak media ini membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut. 

"Berdasarkan pengakuan dan alat bukti, Kabid Satpol PP ini ditetapkan sebagai tersangka. Ini sudah jelas penganiayaan (KDRT) Kita akan segera melengkapi berkas perkara tersebut untuk surat perintah dimulainya penyidikan," jelas Juliman.

Lanjut Juliman, pelaku di jerat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2004 Pasal 44, Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a1 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah).

"Kalau menjadi korban KDRT, saya imbau untuk tidak takut melapor. Pelaku tindak kekerasan harus diproses sesuai hukum. Perbuatan pelaku berdampak cukup besar terhadap psikis korban," jelasnya. (Wan)

BERITA LAINNYA
Selasa, 15 Agustus 2017 | 21:47:17
Gubsu Jadi Narsum Sosialisasi Satuan Tugas Saber Pungli
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:59:13
Mencuri Dirumah Tetangga, Kuli Bangunan Ditangkap Warga
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:57:26
Security Kantongi Sabu Diciduk Polisi
Selasa, 15 Agustus 2017 | 20:11:40
Dua Pelaku Pencuri Kusen Rumah Kosong Ditangkap Polisi
Selasa, 15 Agustus 2017 | 19:05:23
Polda Malut Musnahkan 18 Kg Ganja dan 341,8 Gram Sabu
BERIKAN KOMENTAR
Top