Kamis, 15 Juni 2017 | 21:42:13

Pelaku Pembunuhan Oknum Polri Akhirnya Meninggal

Keluarga Tuding Polisi Aniaya Pelaku
Irwan
PATROLINEWS.COM,Medan -Pasca proses penanganan kasus tewasnya Aiptu (anumerta) Jakamal Tarigan terhadap lima tersangka yakni, AG (40), JHZ alias T (32), FZ alias PR (51), MG (36), serta LG alias PA (40), dikabarkan seorang diantaranya meninggal dunia, Rabu (14/6/2017) sore.

Informasi dihimpun dikepolisian, LG alias PA (40) tewas di RSU. Bhayangkara Medan saat dilakukan perawatan medis sejak Senin (12/6/2016) lalu.

"Sejak senin di rawat karena sakit ditenggorokan dan kami bawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan," jelas Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, Sik, kepada wartawan, kemarin malam melalui selularnya.

Ketika awak Patrolinews.com tiba di Rumah Sakit Bhayangkara,suasana hening berubah menjadi isak tangis dari keluarga LG alias PA. "Hei, pak Agus..! Kenapa kau biarkan aku menerima penderitaan ini sendirian?," jerit D. Zebua (38) istri LG alias PA di depan ruang jenazah.

Kepada wartawan, keluarga seakan menyesalkan kematian LG alias AP yang diduga kuat sebagai korban penganiayaan petugas kepolisian.

"Kami sekeluarga khususnya saya selaku istri, tidak terima atas tewasnya suami saya. waktu ditangkap dia sehat, dan kenapa sekarang ia meninggal dunia dengan kondisi tak wajar," beber D. Zebua.

Lanjutnya D.Zebua mengungkapkan bahwa selama proses penahanan di Polres Pelabuhan Belawan, pihaknya tak pernah diberikan kesempatan untuk menemui LG Alias PA.

"Sejak ditangkap, kami tidak pernah diberi kesempatan untuk bertemu dan bertatap muka ketika membesuk. Saya gak ngerti, seperti teroris aja suami saya ini. Bahkan, ia dipisahkan ruangan penjaranya dengan tahanan lain.dan Penjaranya gelap dan sempit, saya hanya sempat memberikan makanan sama petugas dan tidak tau, sampai atau tidak," kesalnya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, SIK, mengaku tidak ada dilakukannya tindak penganiayaan terhadap LG alias PA.

"Kalau untuk pemeriksaan tidak ada pemukulan dan penganiayaan. Saya sudah perintahkan kepada Kasat Reskrim dan anggota penyidik pembantu. Bahkan, provos sudah saya perintahkan untuk mengawasi," tegasnya.

Ketika dipertanyakan persoalan LG alias PA  dipisahkan ruangannya dengan tahanan yang lain, perwira berpangkat dua melati emas dipundaknya ini berdalih bahwa hal tersebut demi kepentingan penyidikan.

"Terpisah sel bukan karena di isolasi, tapi karena kepentingan penyidikan dan untuk makanan diberikan sesuai jadwal yang ada," ungkapnya.

Pantauan wartawan di kamar jenazah, tampak luka-luka bekas penganiayaan disekujur tubuh LG alias PA pada bagian wajah dan dadanya. Bahkan, tampak kemiringan dibagian tulang leher LG alias PA, serta Luka lebam juga terlihat dibagian rusuk dada dan leher LG alias PA. 

Hal tersebut membuat keluarga merasa ada yang janggal sehingga pihak keluarga didampingi kuasa hukumnya meminta upaya autopsi terhadap jenazah LG alias PA.(Wan)

BERITA LAINNYA
Kamis, 20 Juli 2017 | 20:52:51
Asyik Hisap Gelek, Duo Pelaku Keciduk Polisi
BERIKAN KOMENTAR
Top