• Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Tinjau Penyaluran Kredit UMi, Sri Mulyani Akui Bunga Kredit UMi Lebih Tinggi dari KUR
Selasa, 16 Januari 2018 | 22:55:40

Tinjau Penyaluran Kredit UMi, Sri Mulyani Akui Bunga Kredit UMi Lebih Tinggi dari KUR

Nando
PATROLINEWS.COM, Belawan - Dalam upaya untuk memperluas akses kredit untuk masyarakat, pemerintah telah melakukan uji coba program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di 21 daerah kabupaten/kota se-lndonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan sesuai pantauannya bahwa masyarakat banyak yang membutuhkan akses modal. Dimana selama ini masyarakat memperoleh modal itu dari sumber-sumber lain dengan suku bunga yang sangat tinggi.

Demikian dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat diwawancarai wartawan, Selasa (16/1/2018) ketika mengunjungi salah satu penerima PNPM di Kampung Nelayan, Belawan, Medan.

Dijelaskannya, pertama, dengan kredit Ultra Mikro (UMi)  maka akan banyak membantu masyarakat untuk bisa mendapatkan akses modal.

Kedua, lanjut Sri Mulyani saat dirinya mengunjungi TPI (Tempat Pelelangan Ikan), pedagang  mengeluhkan tidak adanya ikan di gudangnya sehingga mereka tidak dapat jualan dikarenakan minimnya modal.

"Kalau saya lihat ibu-ibu yang di PNPM ini mereka semuanya adalah ibu-ibu yang memiliki sikap untuk membantu ekonomi keluarganya. Itu adalah sesuatu yang luar biasa baik dari sisi untuk memperoleh perekonomian keluarga mereka masing-masing," ungkapnya.

Mereka mendapat bantuan modal dari PNPM bersama-sama melakukan akad kredit dan saling mendukung.

Sehingga program UMi ini merupakan salah satu bentuk fasilitator untuk memberikan kegiatan-kegiatan produktif dan aktif bagi masyarakat.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam APBN tahun 2017 ada Rp1,5 Triliun dan tahun ini ada Rp2,5 Triliun membantu usaha kecil yang selama ini tidak mendapat akses dari perbankan karena selama ini pinjamannya dibawah 10 juta.

Oleh karena itu, kita masuk melalui PNPM, Pegadaian, Bahana  Ventura yang tujuannya membantu kegiatan koperasi maupun masyarakat.

Terkait antisipasi akan terjadinya  kredit macet, Mulyani menjelaskan sampai hari ini dan  sesuai dengan piloting yang dimulai pada pertengahan tahun lalu, pihaknya belum ada mendengarkan masalah kredit macet.

Karena semuanya dilakukan dengan pendampingan. Karena cukup banyak yang telah dilakukan pendamping kepada para peminjam.

"Nanti kita akan lihat karena sejauh ini feedback-nya sangat positif. Kita sangat senang masyarakat mendapatkan akses dari permodalan dan kinerja dari kegiatan mereka juga tetap berjalan lancar. Uang ini tidak dikembalikan ke negara tetapi bergulir terus, kalau mereka kembalikan itu akan dipakai terus untuk mereka atau temannya lagi sehingga mereka mendapat manfaat yang sama," jelasnya.

Sri Mulyani berharap dengan volume untuk kredit usaha mikro kecil sebanyak 1,5 Triliun plus 2,5 Triliun itu bisa  bergulir dimasyarakat secara berkelanjutan.

// Bunga Kredit UMi Lebih Tinggi dari KUR

Sri Mulyani mengakui  bahwa kredit UMi memang lebih besar bunganya dibandingkan KUR namun hal itu disebabkan karena ada ongkos pendampingan. Namun dikatakannya pihaknya akan terus melakukan evaluasi mengenai biayanya. 

"Memang berbeda dengan selama ini yang mereka dapatkan dari rentenir yang bunganya sampai 70 persen sampai 80 persen persen tahun. Yang dilakukan disini lebih tinggi dari KUR (Kredit Usaha Rakyat,red) karena ada ongkos pendampingan juga namun kita tetap akan evaluasi agar beban kepada masyarakat tidak terlalu besar," jelasnya. (Nando)

BERITA LAINNYA
Senin, 15 Januari 2018 | 23:33:00
Harga Beras Naik, Pedagang Mengeluh
Jumat, 24 November 2017 | 19:35:55
Harga Bawang Merah Bertengger Diatas Rp16 Ribu
Jumat, 24 November 2017 | 19:21:30
Wabup Karo Lantik Pengurus Forum Anak Kabupaten
BERIKAN KOMENTAR
Top